Senin, 24 Mei 2010 - 09:44:29 WIB
Wajibnya Menjaga Waktu & Tidak Menyia-nyiakannya
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Artikel
- Dibaca: 99 kali
Bismillahirrohmanirrohim
بسم الله الرحمن الرحيم
oleh Al-Ustadz Abu Muawiah
Dari Ibnu Abas -radhiallahu anhuma- dia berkata: Rasulullah -shallallahu alaihi
wasallam- bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua nikmat yang kebanyakan orang tertipu padanya: Kesehatan dan waktu
luang.” (HR. Al-Bukhari no. 6412)
Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata:
كَانَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ (أَيْ: عَشْرُ
رَمَضَانَ) أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
“Jika sudah masuk kesepuluh hari (yakni: sepuluh terakhir ramadhan), Rasulullah
-shallallahu alaihi wasallam- menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya
(untuk shalat), dan beliau menguatkan ikatan sarung beliau (tidak melakukan
jima’).” (HR. Al-Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)
Dari Ibnu Mas’ud -radhiallahu anhu- dari Nabi -shallallahu alaihi wasallam-
beliau bersabda:
لاَ تَزُوْلُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى
يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ, وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَ
أَبْلاَهُ, وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ, وَمَاذَا
عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ؟
“Tidak akan bergerak kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Rabbnya sampai
dia ditanya dengan lima pertanyaan: Tentang umurnya kemana dia habiskan,
tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia
mendapatkannya dan kemana dia belanjakan, dan apa yang sudah dia amalkan dari
ilmunya?” (HR. At-Tirmizi no. 2416 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam
Shahih Al-Jami’ no. 7299)
Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- dia berkata:
Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:
مَنْ خَافَ أَدْلَجَ وَمَنْ أَدْلَجَ بَلَغَ الْمَنْزِلَ. أَلآ إِنَّ سِلْعَةَ
اللهِ غَالِيَةٌ إِلاَّ إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ الْجَنَّةُ
“Barangsiapa yang takut akan musuh (setan) maka hendaknya dia berjalan di malam
hari, dan barangsiapa yang berjalan di malam hari maka dia akan sampai (dengan
selamat) ke tujuannya. Ketahuilah sesungguhnya barang dagangan Allah harganya mahal, hanya saja barang dagangan Allah
adalah surga.” (HR. At-Tirmizi no. 2450 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani
dalam Shahih Al-Jami’ no. 6222)
Penjelasan ringkas:
Waktu adalah kehidupan, karenanya barangsiapa yang menyia-nyiakan waktunya maka
sungguh dia telah menyia-nyiakan hidupnya. Sebagaimana yang dikatakan oleh
sebagian ulama as-salaf, “Wahai anak Adam, kamu tidak lain kecuali hari-hari,
setiap kali berlalu sebuah hari maka sebagian dirimu juga telah pergi darimu.”
Akan tetapi kenyataannya kebanyakan manusia melalaikan nikmat waktu luang ini,
mereka mengira bahwa waktu luang adalah waktu untuk bersantai sehingga mereka menelantarkannya.
Sungguh mereka inilah orang-orang yang tertipu dan yang mendapatkan kerugian di
dunia dan terlebih lagi di akhirat, karena semua waktu luang yang dia miliki
akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah Ta’ala sebelum dia bergerak
pada hari kiamat. Bahkan bukan sekedar waktu luang, akan tetapi masa muda yang
menjadi fase terlama yang dialami manusia dalam hidupnya, bahkan semua umurnya
akan dimintai pertanggung jawabannya.
Para ulama kita menyatakan bahwa di antara sebab terbesar menyimpangnya
seseorang adalah tatkala dia mempunyai banyak waktu luang yang tidak dia
manfaatkan dengan baik. Karena di antara jalan masuknya setan untuk
menggelincirkan manusia adalah pada waktu luang ini dimana hati kosong dari
kegiatan.
Sebagian ulama as-salaf pernah berkata, “Jika hati kosong dari zikir kepada
Allah maka akan diisi oleh zikir kepada setan, dan itu pasti.” Karenanya
barangsiapa yang takut kepada setan yang menjadi musuhnya niscaya dia akan
berjalan di malam hari, yakni dia tidak akan membuang-buang waktu untuk
istirahat di tengah perjalanannya menuju ke kampungnya (surga), tapi malam hari
itu dia tetap berjalan, yakni mengisi semua waktunya untuk beramal saleh agar
dia cepat tiba di kampungnya dalam keadaan selamat dari gangguan setan yang diibaratkan
pembajak yang membajak setiap musafir yang bermalam di padang pasir.
Kesimpulannya sebagaimana yang dikatakan oleh Imam
Asy-Syafi’i -rahimahullah-, “Waktu itu bagaikan pedang, kalau kamu tidak
menggunakannya untuk menebas maka dia yang akan menebas kamu.” Maksudnya waktu jika tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya maka waktu
itu yang akan membinasakan kita di akhirat karena kita tidak bisa
mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah, wallahul Muata’an.
Bank : MANDIRI SYARIAH
Bank : MUAMALAT| Oleh: Fauzan Din SOsial |
| Semoga semakin berkembang ... |
| Oleh: idris |
| zakat memang berpotensi utk mengangkat derajat kehidupan sesama ummat muslim. namun saat ini belum dikelola secara baik. |