Selasa, 16 Februari 2010 - 08:34:18 WIB
Hati Yang Keras Karena Jauh Dari Allah
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Umum
- Dibaca: 177 kali
Bismillahirrohmanirrohim
بسم الله الرحمن الرحيم
oleh Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah.
Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (Az-Zumar: 22) Tidaklah Allah
memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya
qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) adalah
diciptakan untuk melunakkan qalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah
adalah qalbu yang keras, dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang.
Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan:
makan, tidur, bicara, dan pergaulan.
Sebagaimana jasmani jika dalam keadaan sakit tidak akan bermanfaat baginya
makanan dan minuman, demikian pula qalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit
hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa, maka tidak akan mempan padanya
nasehat.
Barangsiapa hendak mensucikan qalbunya maka ia harus mengutamakan Allah
dibanding keinginan dan nafsu jiwanya.
Karena qalbu yang tergantung dengan hawa nafsu akan tertutup dari Allah
subhanahu wa ta’ala, sekadar tergantungnya jiwa dengan hawa nafsunya.
Banyak orang menyibukkan qalbu dengan gemerlapnya dunia. Seandainya mereka
sibukkan dengan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan negeri akhirat tentu
qalbunya akan berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya
yang nampak ini, dan ia pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan
faedah-faedah yang indah. Jika qalbu disuapi dengan berdzikir dan disirami
dengan berfikir serta dibersihkan dari kerusakan, ia pasti akan melihat
keajaiban dan diilhami hikmah.
Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan
masuk dalam golongannya. Kecuali jika mereka menghidupkan qalbu dan mematikan
hawa nafsunya.
Adapun mereka yang membunuh qalbunya dengan menghidupkan hawa nafsunya, maka
tak akan muncul hikmah dari lisannya.
Rapuhnya qalbu adalah karena lalai dan merasa aman, sedang makmurnya qalbu karena
takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan dzikir. Maka jika sebuah qalbu
merasa zuhud dari hidangan-hidangan dunia, dia akan duduk menghadap
hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya jika ia ridha dengan hidangan-hidangan
dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat.
Kerinduan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala adalah angin semilir yang menerpa
qalbu, membuatnya sejuk dengan menjauhi gemerlapnya dunia. Siapapun yang
menempatkan qalbunya disisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tentram. Dan
siapapun yang melepaskan qalbunya di antara manusia, ia akan semakin gundah
gulana.
Ingatlah! Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam qalbu yang
mencintai dunia kecuali seperti masuknya unta ke lubang jarum (sesuatu yang
sangat mustahil).
Jika Allah subhanahu wa ta’ala cinta kepada seorang hamba, maka Allah subhanahu
wa ta’ala akan memilih dia untuk diri-Nya sebagai tempat pemberian
nikmat-nikmat-Nya, dan Ia akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga
hamba itu pun akan menyibukkan harapannya hanya kepada Allah. Lisannya
senantiasa basah dengan berdzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai
untuk berkhidmat kepada-Nya.
Qalbu bisa sakit sebagaimana sakitnya jasmani, dan kesembuhannya adalah dengan
bertaubat. Qalbu pun bisa berkarat sebagaimana cermin, dan cemerlangnya adalah
dengan berdzikir. Qalbu bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian
keindahannya adalah taqwa. Qalbu pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan,
maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah
subhanahu wa ta’ala, cinta, tawakkal, bertaubat dan berkhidmat untuk-Nya.
Bank : MANDIRI SYARIAH
Bank : MUAMALAT| Oleh: Fauzan Din SOsial |
| Semoga semakin berkembang ... |
| Oleh: idris |
| zakat memang berpotensi utk mengangkat derajat kehidupan sesama ummat muslim. namun saat ini belum dikelola secara baik. |